Waktunya Agger Meningkatkan Performanya

Waktunya Agger Meningkatkan Performanya

Waktunya Agger Meningkatkan Performanya

Saya rasa semua fans Liverpool FC menyukai Daniel Agger. Agger sudah melayani club dengan sangat baik sekali selama bertahun-tahun. Fans Liverpool senang melihat permainan centre back dan tidak banyak CB di Eropa yang lebih handal memainkan bola dari pada Agger. Pemain Denmark ini juga menunjukkan ia bisa menjadi centre back bertahan yang tangguh, saat bekerjasama dengan Jamie Carragher di final Champions League pada tahun 2007. Walaupun begitu, bukan hanya karena skill yang ia perlihatkan di lapangan yang membuat fans The Reds jatuh hati padanya, Agger sudah sangat setia pada LFC selama bertahun-tahun ini, ia tidak tertarik untuk pindah ke club lain walaupun performa Liverpool yang sempat terus menurun dan kehilangan pemain-pemain terbaik LFC seperti Xabi Alonso, Javier Mascherano, dan Fernando Torres.

Agger pernah dikaitkan dengan kepindahan ke Manchester City dan Barcelona belakang ini tetapi dia tidak pernah meminta untuk pindah kepada tim, bahkan malah menambah tattoo bertuliskan YNWA di jari-jari tangannya. Hal itu menegaskan kesetiaan dan cintanya kepada Liverpool FC. Ada juga hal-hal trivial seperti menyikut Torres pada wajahnya bertepatan setelah kepindahan Torres ke Chelsea, yang jelas-jelas saja hal itu membuat fans semakin cinta kepadanya. Jika Anda memerhatikan hal-hal trivial yang sering Agger lakukan seperti itu, Anda bisa melihat mengapa Agger begitu dicintai oleh fans Liverpool. Banyak fans Liverpool berpikir bahwa hanya ada satu hal yang dipertanyakan tentang Agger, yaitu apakah ia bisa bertahan untuk selalu tetap fit (karena Agger cukup sering mengalami cidera dan melewatkan beberapa pertandingan dalam tiap musimnya).

Antara tahun 2006 dan 2007 serta 2010 dan 2011, Agger bermain rata-rata 17 pertandingan EPL dalam satu musim. Hal itu menyaingi rekor absen dari Jamie Redknapp, Fabio Aurelio, dan Harry Kewell yang memang oleh fans Liverpool dikenal rentan pada cidera. Namun, musim 2011-2012, di bawah kepemimpinan sang legenda, Kenny Dalglish, Agger berhasil bermain dalam 27 pertandingan dalam satu musim. Setelah kedatangan Brendan rodgers di Liverpool, Agger sudah disiapkan program fitness yang personal, dan sepertinya hal itu memberi perubahan kepada Agger karena musim lalu, Agger berhasil bermain sebanyak 35 kali dalam satu musim. Sekarang perlu diperhatikan bahwa dengan Agger hanya bermain empat pertandingan di Europa League dan tidak bermain setiap tiga hari sekali juga membantu Agger untuk tetap fit.

Dari sini dapat dikatakan Brendan Rodgers sudah berhasil mengatasi permasalahan kebugaran dari Agger dan berhasil membantunya utnuk tetap fit. Rodgers seharusnya senang pada Agger, mengenal Agger sangat lihai dalam soal posesi bola. Namun, hal terpenting dalam menjadi centre back adalah kemampuan bertahan atau defending, lihat dalam menguasai posesi bola hanyalah bonus tambahan. Secara, tidak ada gunanya seorang pemain handal dalam memainkan bola, namun buruk dalam bertahan sehingga menyebabkan tim kebobolan banyak gol. Itulah mengapa Agger harus berkembang, sejak Brendan rodgers menjadi manajer Liverpool, Agger tidsk berada dalam kemampuan bertahan terbaiknya dan sudah membuat tim kehilangan cukup banyak gol

Kesalahan musim lalu:

-kartu merah saat melawan West Brom dan berperan dalam kebobolannya Liverpool, melewatkan sebuah tackle.

-kesalahan yang menyebabkan Stoke menyetak gol, dimana ia kalah melawan Kenwyne Jones.

- gol yang dicetak Van persie saat melawan United

- gol Giroud saat melawan Arsenal (a),kalah dari Giroud saat set play

-kesalahan yang menyebabkan kedua goal di laga kandang melawan West Brom

Musim ini:

-menyebabkan penalti melawan Stoke, yang untungnya diselamatkan Mignolet

-kalah dari Lovren saat gol Southampton di Anfield.

Itulah kesalahan-kesalahan yang jelas dilakukan Agger yang telah merugikan tim dan juga ada beberapa gol-gol yang lolos sehingga dicetak lawan ke gawang Liverpool yang juga disebabkan oleh andil kesalaahan Agger. Setidaknya ada sepuluh kesalahan yang dilakukan Agger selama satu musim setengah, dimana jumlah itu terlslu banyak untuk pemain dengan kelas setinggi Agger. Sekarang Agger memiliki dua masalah yang disangsikan oleh fans Liverpool dan salah satunya bukan lagi kondisinya yang kurang fit:

1) Agger kalah tangguh melawan striker musuh yang lebih kuat

2) marking Agger saat set play

Kesalahan yang disebutkan di atas tadi menunjukkan Agger kurang handal menangani dua area permainannya tersebut. Dulu ia sempat dipertanyakan apakah ia bisa menangani striker lawan yang lebih kuat dan Agger menjawab kritik-kritik tersebut dengan penampilannya yang apik di leg kedua Champions League final 2007 ketika ia berhadapan dengan Drogba. Kita tahu Agger masih bisa melakukannya lagi dan dia bisa marking dengan benar saat set play. Namun sejak Rodgers tiba di club, Agger belummemperlihatkan permainan terbaiknya. Kompetisi untuk posisi centre back semakin sengit dan Agger selalu dipuji oleh manager Liverpool itu. Dukungan Brendan Rodgers pada Agger juga terlihat ketika Agger dipanggil untuk melawan Fulham, bukannya Sakho yang tanpa sanggahan merupakan pemain terbaik saat melawan Arsenal. Sekarang keputusan di tangan Agger apakah ia akan berterimakasih kepada Rodgers atas kepercayaannya dengan menghargai penampilan-penampilan Agger. Semua terserah padamu, Danny!