Tips Bola Mencari Pemain-Pemain Dari Kampung

Mencari Pemain-Pemain Dari Kampung

Mencari Pemain-Pemain Dari Kampung

Tips Bola – Kemenangan tim nasional U-19 ternyata menyibak banyak cerita. Mereka yang masih berusia di bawah kepala dua tersebut adalah para anak yang memiliki bakat luar biasa daripada teman-teman sebayanya. Cerita mereka adalah cerita tentang latihan dan kerja keras yang terbayar dengan sebuah kebanggaan: mengenakan seragam kebesaran merah putih dengan lambang garuda di dada. Kita semua berharap kisah mereka bukan kisah Cinderella yang harus habis pada jam 12 malam tepat. Kita terus berdoa bahwa Garuda Muda akan terus berjaya hingga lanjut usia. Tetapi, ada sebuah pengantar kisah mereka sebelum kisah-kisah lainnya. Kisah ini tentang pelatih mereka, Indra Sjafri yang mencari para pemain berbakat hingga ke kampung-kampung.

Sepak bola tarkam alias antar kampung adalah awal pencarian Indra. Indra meyakini bahwa lebih banyak pemain Indonesia berbakat yang tidak terdeteksi bahkan tidak pernah memasuki sekolah sepak bola mana pun karena keterbatasan biaya atau minimnya pengetahuan tentang adanya sekolah sepak bola tersebut. Awalnya, pelatih timnas U-19 ini diberikan sejumlah nama pemain dari klub-klub Junior Liga Super Indonesia bahkan dia disodori beberapa nama dari Sportiva Assoziazone Deportiva Uruguay untuk dijadikan pemain timnas U-19 tetapi dia menolak. Dia lebih memilih untuk kemudian menyusuri kampung demi kampung yang ada di Indonesia ini. Pelatih yang terkenal tegas tersebut mencari pemain dari Langsa Bireun, Aceh hingga ke Manokwari, Papua.

Hasilnya tidak sia-sia dia menemukan Evan Dimas yang merupakan produk sebuah kampung di Jawa Timur, dia mengasah bakat Ilham Udin yang dia temukan di Ragunan, juga berbagai pemain lain yang latar belakangnya sederhana. Hanya ada Maldini, Hansamu dan Hargianto yang berasal dari SAD Uruguay yang diterima oleh Indra Sjafri karena mereka memang benar-benar bagus. Apa pelajaran yang bisa diambil dari sini? Banyak! Banyak sekali. Beberapa di antaranya akan penulis coba paparkan. Pertama kita melihat adanya sebuah ketegasan dari seorang Indra Sjafri yang menolak ‘pemain titipan’ Bukan sebuah rahasia lagi di timnas Indonesia bahwa banyak pemain titipan yang berasal dari klub binaan Indonesia. Klub membayar sejumlah uang agar pemain tersebut dapat masuk ke timnas dengan tujuan harga si pemain Junior meningkat maka, sebuah keuntungan yang akan didapat.

Tetapi, Indra tegas menolaknya. Dia lebih memilih bekerja keras daripada harus menerima pemain sudah jadi yang bahkan beberapa juga tidak begitu baik kemampuan mengolah bolanya. Itulah pelajaran kedua asalkan para pelatih dan pemandu bakat benar-benar bekerja nampaknya sebuah timnas yang kuat dan ideal benar-benar akan tercipta. Dulu sering sekali, kita bertanya-tanya, “Bagaimana mungkin dari 200 juta penduduk Indonesia untuk mencari sebelas orang pemain sepak bola yang hebat saja tidak bisa?” Ternyata jawabannya amat sangat mungkin. Pelajaran lainnya saya serahkan kepada pembaca, kira-kira apa yang ingin coba dikatakan oleh pelatih Indra Sjafri. Tips Bola