Taruhan Bola Review Lazio 2012-13

Review Lazio 2012-13

Review Lazio 2012-13

Taruhan Bola – Belum terasa lama sejak Vladimir Petkovic ditunjuk sebagai pelatih Lazio. Serie A belum dimulai dia sudah harus dihujani banyak kritik karena hasil sesi pra-musim yang tidak meyakinkan. Belum-belum dia sudah ditekan.

Musim Lazio dimulai dengan laga kualifikasi Eropa melawan Mura 05. Kemenangan agregat 5-1 berarti Lazio memiliki momentum cukup bagus untuk mengawali musim. Laga pertama mereka di Serie A melawan Atalanta di Bergamo, bisa dibilang mereka tidak diduga berhasil menang. Satu gol dari Hernanes cukup untuk mengunci kemenangan dan Lazio meneruskannya dengan mengalahkan Palermo dan Chievo. Mereka pun meraih sembilan poin penuh dari tiga laga awal Petkovic di Serie A. Dua kekalahan beruntun melawan Genoa dan Napoli mengembalikan Biancocelesti ke bumi. Namun, setelah Europa League dimainkan juga, Lazio tidak terkalahkan dalam empat pertandingan sebelum Natal, dan berhasil lolos dari fase grup Eropa tanpa kalah sama sekali.

Kemenangan-kemenangan impresif di putaran pertama melawan Milan, Inter, dan tentu saja kemenangan ketiga kali berturut-turut di Derby della Capitale atas Roma membuat Lazio dan Petkovic banyak menerima sanjungan. Kemenangan lagi setelah Natal atas Cagliari yang juga sedang hot membuat pengamat menjagokan Lazio untuk bersaing memperebutkan Scudetto bersama Juventus. Sayangnya setelah menang di babak 32 besar Eropa melawan Monchengladbach performa Lazio di Serie A malah menurun. Di putaran kedua, kekalahan atas klub-klub papan tengah seperti Chievo, Siena, dan Torino membuat Lazio berakhir di peringkat tujuh. Meskipun begitu, Lazio mampu lolos ke babak perdelapan final Europa League, dan juga mengalahkan Juve untuk lolos ke final Coppa Italia.

Setelah Natal, skuad Lazio dirundung cedera. Bursa transfer Januari merupakan kesempatan untuk memperbaiki skuad, namun karena Biancocelesti sedang bagus, presiden Claudio Lotito menganggap tidak diperlukan pertambahan pemain, ini berimbas buruk di akhir musim, dengan tidak adanya pemain bagus untuk mengganti pemain kunci yang tidak bisa bermain. Banyak pemain Lazio bermain gemilang musim ini. Federico Marchetti tidak usah dipertanyakan lagi. Antonio Candreva, Senad Lulic, dan Hernanes juga berperan penting dalam sukses Lazio di tiga ajang. Kehilangan Miroslav Klose karena cedera bulan Januari menyisakan lubang yang tak bisa ditambal. Selain mereka juga ada pemain tengah muda Eddy Onazi. Pemain Nigeria ini menunjukkan bakatnya setiap dimainkan. Dia juga berhasil memenangi Piala Afrika di tengah musim. Mungkin musim depan Onazi sudah menjadi pemain kunci.

Performa Lazio yang top hingga pertengahan Januari membuat banyak fans kecewa dengan finish di peringkat tujuh, dan disalip Roma di giornata terakhir. Keduanya kehilangan tiket Europa League, menambah beban dalam Final Coppa Italia tangga 26 Mei melawan AS Roma. Kesempatan untuk mengangkat trofi juara tepat di depan mata rival terbesar mereka, membuat pertandingan itu tidak terkata pentingnya. Kemenangan Lazio dalam salah satu laga paling bersejarah yang pernah dihelat di kota Roma itu ditentukan gol Senad Lulic di menit 71. Menilik kembali musim ini, laga final melawan Roma memang membuat sebuah musim yang spesial. Namun secara realistis, Lazio seharusnya bisa memanfaatkan potensinya dengan lebih baik. Musim pertama Vladmir Petkovic berakhir dengan amat sukses, menorehkan namanya dalam sejarah Lazio. Diharapkan di musim-musim berikutnya, dengan skuad inti saat ini, Lazio bisa meraih trofi lebih banyak.

Pemain Musim Ini

Ada beberapa kandidat penghargaan ini. Mungkin yang palin layak adalah Federico Marchetti. Sang penjaga gawang sendirian menyelamatkan Lazio di beberapa pertandingan musim ini dan akhirnya dipanggil ke timnas Italia. Jika kita juga memperhitungkan betapa sering empat bek Petkovic diganti personelnya musim ini, konsistensi Marchetti begitu menonjol, membuat berbagai penyelamatan kelas dunia sepanjang musim.

Gol Musim ini

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ada beberapa gol berkelas dari beberapa pemain musim ini. Gol Hernanes saat melawan Bologna, Candreva saat melawan Palermo di awal musim, dan gol Eddy Onazi saat melawan Inter bulan Mei saat menang 3-1 di San Siro.

Rekrutan Terbaik dan Terburuk

Tidak banyak pemain yang didatangkan di Formello musim panas lalu, atau bulan Januari. Mungkin Michael Ciani yang paling efektif. Setiap dimainkan, dia bermain bagus dengan partnernya di jantung pertahanan Lazio, dengan Cana, Biava, ataupun Dias. Untuk musim pertamanya di Serie A, dia bermain brilian. Rekrutan terburuk adalah Louis Saha. Dikontrak akhir Februari untuk menambah gaya gedor Lazio saat Klose cedera, namun dia jarang dimainkan. Bisa dibilang  400,000 Pounds yang dihabiskan untuk menggaji pemain Perancis itu bisa dihabiskan dengan lebih baik. Taruhan Bola