Judi Bola Renaissance Sepak Bola Italia?

Renaissance Sepak Bola Italia

Renaissance Sepak Bola Italia?

Judi Bola – Bundesliga adalah salah satu liga terhebat yang pernah ada, dan bila anda tak pernah meluangkan waktu sedikitpun untuk menonton pertandingannya, minimal sekali seumur hidup anda, bisa dikatakan anda sudah melewatkan salah satu sajian menarik dalam sepakbola. Bundesliga kini memiliki kualitas yang tak jauh beda dibandingkan dengan La Liga atau Liga Premier Inggris. Terbukti musim lalu final Liga Champions mempertemukan rival dari Jerman. Naiknya pamor Bundesliga serta kualitas sepakbola yang dimainkan klub mereka di kancah Eropa membawa efek buruk bagi Italia yang mengalami masalah kronis di pesepakbolaan mereka. Jatah klub Italia untuk bermain di Eropa menjadi berkurang karena kalah bersaing dalam hal koefisien UEFA.

Tapi benarkah pengurangan jatah bermain di turnamen Eropa hanya membawa keburukan saja bagi sepakbola Italia? Italia dikenal sebagain tanah kelahiran pemain-pemain terhebat dunia, dan tempat lahirnya revolusi taktik serta inovasi strategi dalam sepakbola. Tanah suci bagi pendekatan sepakbola yang disebut ‘defensif’ serta tempat belajar provokasi nomor satu di dunia (tanyakan pada Zidane). Harus diakui, era memang berganti, Italia pernah berjaya dan sejak 2006 mereka mengalami kemunduran di Eropa. Wajar, itulah siklus kehidupan. Namun saya melihat ada semacam kebangkitan kembali di Italia, tim muda Juventus yang bersemangat dan Milan yang fashionable kelihatannya mempersiapkan amunisi mereka guna melahirkan renaissance.

Stevan Jovetic, Edinson Cavani, dan Marquinhos boleh saja pergi dari Serie A. namun kepergian mereka membawa uang dengan jumlah yang besar bagi klub-klub Serie A yang mereka tinggalkan. Aliran uang hasil penjualan mereka mendatangkan pemain seperti Mario Gomez dan Kevin Strootman ke rumah barunya di Firenze dan Roma. Mereka berdua adalah pemain hebat dan akan membawa dampak bagus bagi Liga Italia, apalagi ditunjang dengan fakta bahwa dua nama tersebut dapat memperkuat tim manapun tempat mereka bermain.

Serie A kini juga memiliki citra baru, sebagai tempat pematangan bagi pemain yang ingin bersinar lebih terang di klub besar Eropa lainnya. Tapi liga lain juga punya pemain yang sama bagusnya dengan Serie A Italia. Tapi jika kita berbicara tentang pelatih sebagai faktor utama penentu strategi tim, maka Serie A dapat dikatakan sebagai medan tempur yang paling menarik. disana bercokol tiga nama yang akan menjadi pelatih dengan kualitas jempolan di masa depan, yakni Vincenzo Montella, Max Allegri dan Antonio Conte. Usia ketiganya berselisih jauh dengan Jupp Heynckes, tapi racikan strategi yang mereka tunjukkan di lapangan sangat sangat bagus. Dan musim depan, trio allenatore muda tersebut tak membuat perubahan mendasar bagi tim mereka masing-masing. Allegri sejauh ini berhasil mempertahankan pemain kunci Milan, Montella juga bisa mendatangkan nama besar seperti Gomez dan Joaquin ke Fiorentina, dia juga memperkenalkan taktik baru yang agak gila : mengisi lini tengah dengan tiga orang playmaker dan hampir tak pernah memiliki gelandang bertahan. Sementara Conte melakukan semua hingga melampaui kedua kompatriotnya itu. Saat berbicara tentang Allegri dan Conte, kita tak bisa lepas dari Milan dan Juventus. Juventus telah berhasil bangkit dari kejatuhan pasca kasus Calciopoli dan mereka menampilkan semangat yang tangguh di Liga Champions musim lalu. Dua scudetto serta satu supercoppa adalah bukti nyata kebangkitan mereka. la vecchia signora musim lalu hanya kalah melawan Basyern Muenchen yang memang terlalu kuat. Juventus hanya kalah oleh tim yang menghancurkan Barcelona di semifinal dengan agregat 7 gol tanpa balas.

Dengan memiliki stadion sendiri, yang baru pertama kali terjadi di Italia, mereka membuat langkah maju dari rival di Italia. Skuad Juventus juga merupakan kombinasi dari pemain muda dan pemain yang telah berpengalaman. Kualitas skuad mereka juga dapat dikatakan yang terbaik di Italia, mulai dari kiper, bek, gelandang, sampai trequartista. Tim ini memiliki keragaman, variasi serta kualitas dan kuantitas. Dan tambahan penting yang dua musim ini mereka cari sudah datang, dua orang striker berbahaya. Fernando Llorente dan Carlos Tevez adalah tambahan tenaga yang tak perlu diragukan lagi di lini depan. Sementara Milan juga berhasil mendapatkan Balotelli di bulan Januari serta mempromosikan pemain seperti De Sciglie yang tampil sangat bagus di lini belakang. Judi Bola